5 Hal yang Tidak Seharusnya Dilakukan di Forex

Kali ini Evy akan memaparkan beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh trader pemula, sehingga mengakibatkan kerugian pada akun trading perdana-nya:
  1. Tidak Menempatkan Stop Loss. Tidak menggunakan Stop Loss sama saja membiarkan kemungkinan ter-floating minus yang banyak. Kalaupun profit ya syukur, tapi yang namanya pasar tidak bisa ditebak semudah yang kita pikirkan. Pengunaan Stop Loss sangatlah penting dalam trading forex. Dengan menggunakan Stop Loss, bukan hanya resiko kita terbatas, tapi kita bisa memaksimalkan modal kita untuk transaksi yang lebih baik kedepannya.
  2. Lot Order Terlalu Besar. Kebanyakan trader awam yang loss biasanya tidak mempersiapkan trading plannya sejak awal. Pengambilan posisi dengan Lot yang berlebihan (tidak sesuai dengtan kapasitas dana) sangat berbahaya. Sebaiknya gunakan lot order yang sesuai dengan modal Anda. Jangan pernah me-resiko-kan lebih dari 2% modal pada setiap posisi yang aktif.
  3. Overtrade. Nah, poin ke-3 ini mirip-mirip po-2 diatas. Semakin banyak posisi yang kita ambil akan semakin besar pula lot akumulasi lot yang kita transaksikan. Sebaiknya hindari overtrade untuk melatih kesabaran Anda.
  4. Menutup Posisi Menang Terlalu Dini. Survey membuktikan lebih dari 80% trader awam menutup posisi profitnya terlalu awal. Misalnya, pada saat mengambil posisi kita menganalisa kemungkinan TP sebesar 30 Pips, tapi karena tidak sabaran kita malah menutup posisi tersebut saat masih floating profit dibawah itu.!
  5. Menggunakan Sinyal Trading. Bagi trader awam, sinyal trading merupakan hal yang sangat memudahkan mereka. Namun, perlu diketahui bahwa sinyal trading seharusnya hanya menjadi alat bantu untuk memperkuat analisa kita untuk pengambilan posisi. Itulah sebabnya tidak ada pihak baik itu trader profesional maupun perusahaan analis tidak bisa memberikan sinyal yang akurasinya mendekati 100%.
Salam Sukses,

Evy Tan

No comments:

Post a Comment